Mahasiswa KKN diusir dari Desa karena keluhkan fasilitas melalui konten

Mahasiswa KKN diusir dari Desa karena keluhkan fasilitas melalui konten

Nasib mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) diusir warga imbas bikin konten keluhkan fasilitasbr minim di Desa.br br Minggu (2562023) Sekretaris UNP Erianjoni mengakui keteledoran sejumlah mahasiswi tersebut.br br Pihaknya mengatakan mahasiswi tersebut sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Bungus Telukbr Kabung tersebut.br br Menurutnya, bila ada permasalahan atau hal-hal lain yang dialami di lokasi KKN, mahasiswa mestibr mengkomunikasikannya dengan dosen pembimbing lapangan (DPL).br br Ini memang keliru. Mahasiswa kita harus diberi pembelajaran, tidak semua harus semuanya lewatbr media sosial, kan ada wadah komunikasinya, DPL dan unit pelaksana pusat KKN,” kata Erianjoni.br br “Sederhana saja, mereka kebablasan juga bermedia sosial, tentu masyarakat tidak terima.br Menyangkut nama daerah tentu sensitif,” ujar dia.br br Selain itu, Erianjoni menilai sejumlah mahasiswi itu juga belum siap untuk bisa memahamibr masyarakat dan daerah setempat.br br “Jadi, ya mereka (warga) tak terima, mereka (mahasiswa KKN) posting di media sosial kekecewaannyabr karena harapan yang diharapkan tak terjadi. Fasilitas yang mereka harapkan tidak dapat, sementarabr mereka harus bayar. Barangkali anak KKN ini juga cemburu di daerah lain ada yang tidak bayar,” tuturbr dia.br br Lanjutnya, pasca video itu viral, dan diduga warga tak terima, mahasiswa KKN itu sudah kembali kebr kos-kosan dan rumah masing-masing.br br Sebelumnya, aksi sejumlah mahasiswi dari Universitas Negeri Padang (UNP) membuat konten videobr soal kuliah kerja nyata (KKN) berujung polemik.br br Setelah isi dari konten tersebut memicu permasalahan dengan warga desa setempat yang tak terima.br br Adapun video tersebut menyinggung soal kehidupan sulit di desa seperti tidak air hingga tempatbr tinggal yang harus bayar.br br “Kalian libur semester? Mana maen. KKN-lah. KKN kalian di mana? Tanah Datar, Lima Puluh Kota?br Bungus lah, air gak ada, mandi di Musala. Diusir? Ngontrak bayar pula,” ucap sejumlah mahasiswibr dalam video tersebut melansir dari Tribunpadang.com, Minggu (2562023).br br Alhasil pihak pemerintah desa sendiri lantas memanggil para mahasiswi dan meminta mereka untukbr angkat kakibr br Adik-adik dianggap tidak ada membawa perubahan, sampai nanti ada penyelesaiannya oleh dosenbr pembimbingnya kepada kami, kepada Bapak Camat dan Lurah.


User: Pojoksatu.id

Views: 1

Uploaded: 2023-07-02

Duration: 03:03