Media Asing Soroti Kontroversi Presiden Jokowi Sebagai Pemimpin Indonesia Menjelang Akhir Jabatan

Media Asing Soroti Kontroversi Presiden Jokowi Sebagai Pemimpin Indonesia Menjelang Akhir Jabatan

Ketika Joko Widodo pertama kali menjabat sebagai Presiden Indonesia, ia diakui sebagai simbol harapan baru. Dengan latar belakang sederhana dan pencapaian awal yang membanggakan, ia menjadi ikon yang diidolakan rakyat. Namun, seiring berjalannya waktu, citra ini memudar, terutama karena tuduhan nepotisme dan gaya hidup mewah keluarganya yang menuai kritik tajam. br br Saat terpilih pada 2014, Joko Widodo, atau yang dikenal sebagai Jokowi, muncul sebagai sosok yang jauh dari elite politik lama Indonesia. Ia berhasil memenangkan hati rakyat dengan latar belakangnya yang sederhana dan fokusnya pada pembangunan infrastruktur yang menjanjikan. Sampul majalah Time bahkan menggambarkannya sebagai “Harapan Baru” bagi Indonesia. br br Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kritik terhadap Jokowi semakin gencar. Sebagian besar berkaitan dengan dugaan nepotisme, terutama dengan peran aktif anak-anaknya dalam politik. Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi, bahkan terpilih sebagai Wakil Presiden, setelah perubahan peraturan yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi yang diketuai oleh ipar Jokowi. Langkah ini dianggap oleh banyak pihak sebagai bentuk upaya membangun dinasti politik di Indonesia. br br Kritik semakin meningkat ketika gaya hidup mewah keluarga Jokowi terekspos di media sosial. Salah satu contoh yang paling mencolok adalah ketika Kaesang Pangarep, putra bungsu Jokowi, terlihat menggunakan jet pribadi yang biaya sewanya mencapai Rp 300 juta per jam. Hal ini memicu reaksi keras di media sosial, terutama di tengah meningkatnya ketimpangan ekonomi di Indonesia, di mana kelas menengah terus menyusut. br br Tak hanya itu, istri Kaesang, Erina Gudono, yang menerima beasiswa dari Universitas Pennsylvania, juga mendapat sorotan publik. Banyak yang berpendapat bahwa dengan kekayaan keluarga Jokowi, Erina tidak membutuhkan beasiswa tersebut, yang seharusnya diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan. br br Jelang akhir masa jabatannya, Jokowi mencoba membela pencapaian ekonominya, termasuk pertumbuhan PDB sebesar 5 dan pembangunan jalan tol sepanjang 2700 km. Ia juga memimpin inisiatif besar untuk memindahkan ibu kota negara ke Nusantara, sebuah langkah untuk mengurangi dampak perubahan iklim di Jakarta yang semakin rentan terhadap bencana alam. br br Namun, berbagai skandal yang melibatkan keluarga Jokowi tampaknya lebih mendominasi perhatian publik dibanding pencapaian ini. Netizen Indonesia bahkan mulai memanggil Jokowi dengan nama kecilnya, “Mulyono,” sebagai bentuk sindiran terhadap apa yang mereka anggap sebagai kemunduran dari sosok yang dulu dianggap sebagai penyelamat bangsa. br br Setelah 10 tahun memimpin, Jokowi akan menyerahkan tampuk kekuasaan kepada Prabowo Subianto, dengan Gibran sebagai wakil presiden. Meski ia berhasil mencapai beberapa keberhasilan besar, warisannya sebagai pemimpin kemungkinan akan lebih diingat karena skandal-skandal yang menimpa keluarganya daripada pencapaian-pencapaiannya.


User: Jurnal Tinta Media

Views: 3

Uploaded: 2024-09-29

Duration: 02:19